Jumat, 12 September 2014

PNPM Support Facility World Bank, Kunjungi Purbalilngga

PURBALINGGA - Dalam rangka monitoring kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (MPd) di Indonesia, Tim PNPM Support Facility World Bank (Bank Dunia), mengadakan kunjungan ke Kabupaten Purbalingga. Rencananya, tim akan melihat secara langsung pelaksanaan PNPM, khusunya PNPM MPD di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Karanganyar dan Karangmoncol.
Bupati  Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto menyambut baik kedatangan tim program pengentasan kemiskinan bagi masyarakat, khusunya untuk masyarakat perdesaan. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi evaluasi, serta sebagai solusi masyarakat kedepan menjelang pergantian tampuk kepemimpina nasional, yang akan segera mengalami perubahan.
“Program PNPM ini, diyakini sudah membantu menurunkan angka kemiskinan di Purbalingga, dari kisaran 30 persen, menjadi sekitar 22 persen. Sehingga di akhir masa kegiatan, program ini harapannya kedepan untuk  diteruskan,”harap Sukento di Ruang VIP Pringgitan, Komplek Pendapa Dipokusumo, saat menerima kunjungan Tim PNPM Support Facility Bank Dunia, Jumat (12/9).
Menurutnya, kunjungan tersebut dapat dijadikan momen, untuk mengevaluasi , seberapa besar manfaat, dampak, serta kelanjutan program di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudoyono.
“Programnya sudah baik dalam membantu menurunkan angka kemiskinan. Semoga dengan ganti kepemimpinan, hanya berganti nama saja, tapi programnya tetap, yaitu program pengentasan kemiskinan,”pintanya.
Dengan kedatangan tim monitoring tersebut, tambah Kento, diharapkan seluruh dampak dari program tersebut dapat dievaluasi, serta dicarikan solusi, karena program seperti apapun, pasti mempunyai dampak, baik positif, maupun negatif. Untuk itu, pihaknya minta agar kedatangan tim, bisa  memberikan solusi yang terbaik.
Perwakilan PNPM SF Bank Dunia, Dewi mengatakan, bahwa kunjungan yang dilakukan timnya, merupakan kunjungan rutin ke daerah daerah di Indonesia, untuk memonitor dan mengetahui sejauh mana perkembangan, serta pelaksanaan di lapangan.
“Kita akan lihat sejauh mana pelaksanaan program ini, khususnya yang ada di kecamatan, kondisinya seperti apa, baik kegiatan fisik maupun non fisik. Sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah, kami akan mengunjungi Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Purbalingga,”tandasnya. (Kie_Man)

Ganti Kepemimpinan, PNPM MPd Diharapkan Terus Berjalan

PURBALINGGA –  Menjelang pergantian kepemimpinan nasional, program serta kebijakan para pemimpin baru diharapkan tidak mengubah kebijakan yang berpihak pada rakyat, serta diminta untuk diteruskan.
Salah satu program yang patut untuk di pertahankan adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd), karena program tersebut sangat membantu masyarkat di pedesaan.
“Setiap perubahan pasti ada solusinya, begitu juga ketika kepemimpinan nasional yang sebentar lagi akan mengalami perubahan. Dengan presiden baru, anggota DPR yang baru dipastikan kebijakan programnya pasti berbeda.Untuk itu kita harus menyikapi dengan positif, apa yang menjadi kebijakan baru pemimipin nasioanl mau tidak mau, harus kita ikuti, apalagi ada kaitanya dengan program pro rakyat,”pinta Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto pada acara Sambung Rasa Forum Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Purbalingga di Owabong Cotage Bojongsari Purbalingga Senin (1/9).
Terkait dengan pergantian kepemimpinan nasional sambung bupati, unit pengelola kegiatan (UPK) yang mengelola dana program SPP dan UEP untuk mendukung kegiatan perkonomian masyarakat di perdesaan diharapkan agar program PNPM tetap dipertahankan. Untuk itu, Pemkab bersama instansi terkait akan berkirim surat ke Gubernur Jawa Tengah untuk melaporkan hal tersebut kepada gubernur.
“Tapi keberadaan program tersebut juga perlu dianalisis, apakah sudah memberikan keuntungan, atau kerugian.Pada saat dibentuk, keberadaan UPK kedepan setelah ada perubahan kepemimpinan akan seperti apa. Kalau ada perubahan, perubahannya seperti apa, keuntungan serta kerugiannya seperti apa. Saya minta untuk dianalisis terlebih dahulu,”pintanya.
Seandainya terjadi perubahan program dari pemimpin yang baru, kata bupati para UPK untuk mendiskusikan dahulu, bagaimana menyelematkan dana masyarakat yang jumlahnya sudah mencapai milyaran rupiah. Apalagi program tersebut untuk pengentasan kemiskinan.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarkat Kabupaten Purbalingga R Imam Wahyudi mengatakan, dengan kerja keras UPK dan kelembagaan yang ada di masing-masing kecamatan dan didukung pemerintah desa, kecamatan, serta kabupaten, aset UPK Se-Kabupaten Purbalingga, saat ini sudah mencapai Rp 85 079 222 489,-. Denag kelompok sebanyak 3.934 dan pemanfaat/anggota mencapai 40.437 orang, dengan rata-rata UPK masing-masing kecamatan sekitar 4,6 milyar.
“UPK adalah asset daerah yang sangat potensial, dan perlu dilestarikan. Dengan adanya situasi dan kondisi di masa akhir program, terkait dengan pergantian kepemimpinan nasional. Selain itu adanya penataan kelembagaan juga menimbulkan keresahan di kelembagan yang sedang bekerja di masyarakat, khusunya para pengurus UPK,”kata Imam.
Untuk itu, sambung Imam, para pengurus UPK meminta kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk memberi kebijakan yang berpihak kepada UPK. Selain itu, Bupati juga agar memperhatikan, serta memperjuangkan keberdaan UPK, terutama untuk kelestarian dana bergulir.
Ketua Forum UPK Kabupaten Purbalingga Safangatno juga meminta agar pemerintah memberi perhatian kepada UPK, terutama setelah pasca program. Karena program tersebut tidak hanya even organiser, yang bekerja saat ada program.
Safangatno juga menambahkan, pengurus UPK yang sekarang juga meminta untuk tetap terwadaih, dan berkaitan dengan proses penatan kelembagaan yang mulai di gulirkan untuk  dikaji ulang. Apabila penatan kelembagaan tetap dilaksanaakn sesuai dengan ketentuan yang sudah disosialisasikan di masing-masing kecamatan, tidak akan menjamin bahwa pengurus baru akan lebih baik dalam mengelola dana bergulir.
Acara Forum Komunikasi UPK PNPM Mandiri Perdesaan diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga Imam Subijakto, Kepala Bapermasdes Kabupaten Purbalingga Imam Wahyudi, Fasilitator PNPM MPd Kabupaten Purbalingga Camat Se-Kabupaten Purbalingga, dan Pengurus UPK Se-Kabupaten Purbalingga.(Kie_Man)

Selasa, 10 September 2013

Temu Karya Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Indonesia Tengah

PURBALINGGA – Balai Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Yogyakarta menggelar temu karya Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tahun 2013. Kegiatan yang berlangsung mulai Rabu - Minggu (4-8/9) dipusatkan di Owabong Cottage. Kegiatan itu akan diikuti peserta dari sejumlah provinsi dan kabupaten/kota di wilayah Indonesia Tengah.
            Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Kabupaten Purbalingga R Imam Wahyudi, SH, M.Si mengatakan, temu karya ini sebagai upaya sinkronisasi dan koordinasi dalam memfasilitasi akselerasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat desa.
“BPMD Yogyakarta memilih tempat kegiatan di Purbalingga, karena kegiatan pemberdayaan masyarakat di Purbalingga dinilai berhasil. Dua desa yang dijadikan contoh sebagai Labsite PMD yakni di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, dan Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari menunjukkan kemajuan yang bagus dalam hal pemberdayaan,” ujar Imam Wahyudi, Selasa (3/9).
Imam yang juga ketua Forum Komunikasi (Forkom) PMD wilayah Indonesia Tengah menjelaskan, selama pelaksanaan temu karya, akan dilakukan diskusi dan kunjungan lapangan. Diskusi tersebut antara lain membahas strategi dan kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut undang-undang desa, strategi dan kebijakan pemerintah dalam penataan kelembagaan di desa/kelurahan. Kemudian diskusi tentang strategi pelatihan pemberdayaan masyarakat desa, optimalisasi pengelolaan potensi dan aset desa melalui pemberdayaan civil entrepreneur desa.
“Peserta juga akan melakukan kunjungan ke lokasi Labsite ke Desa Serang Karangreja dan Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari,” katanya.
Imam Wahyudi menambahkan, peserta temu karya seluruhnya berjumlah 60 orang. Peserta berasal dari DI Yogyakarta, Jabar, Jateng, Jatim, DKI Jakarta, Banten, Kalimantar Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Provinsi Lampung. “Kedatangan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia ini secara tidak langsung juga mengenalkan berbagai potensi di Purbalingga termasuk potensi pariwisata,” tambah Imam. 

Kenalkan Potensi Wisata
Secara terpisah, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinbudparpora Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, kedatangan para peserta temu karya ini secara tidak langsung akan membantu promosi pariwisata Purbalingga. Peserta selain menikmati obyek wisata Owabong, juga direncanakan akan mengunjungi tempat wisata lain seperti Sanggaluri Park, desa wisata Karangbanjar, Purbasari Pancuranmas, dan obyek wisata Goa Lawa serta mengunjungi mesjid Cheng Ho. “Rangkaian kegiatan temu karya memang cukup padat, namun disela-sela kegiatan itu, peserta juga diberi kesempatan untuk acara bebas dengan mengunjungi obyek wisata dan pusat oleh-oleh khas Purbalingga,” katanya. (y)