Selasa, 10 September 2013

Temu Karya Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Indonesia Tengah

PURBALINGGA – Balai Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Yogyakarta menggelar temu karya Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tahun 2013. Kegiatan yang berlangsung mulai Rabu - Minggu (4-8/9) dipusatkan di Owabong Cottage. Kegiatan itu akan diikuti peserta dari sejumlah provinsi dan kabupaten/kota di wilayah Indonesia Tengah.
            Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Kabupaten Purbalingga R Imam Wahyudi, SH, M.Si mengatakan, temu karya ini sebagai upaya sinkronisasi dan koordinasi dalam memfasilitasi akselerasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat desa.
“BPMD Yogyakarta memilih tempat kegiatan di Purbalingga, karena kegiatan pemberdayaan masyarakat di Purbalingga dinilai berhasil. Dua desa yang dijadikan contoh sebagai Labsite PMD yakni di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, dan Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari menunjukkan kemajuan yang bagus dalam hal pemberdayaan,” ujar Imam Wahyudi, Selasa (3/9).
Imam yang juga ketua Forum Komunikasi (Forkom) PMD wilayah Indonesia Tengah menjelaskan, selama pelaksanaan temu karya, akan dilakukan diskusi dan kunjungan lapangan. Diskusi tersebut antara lain membahas strategi dan kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut undang-undang desa, strategi dan kebijakan pemerintah dalam penataan kelembagaan di desa/kelurahan. Kemudian diskusi tentang strategi pelatihan pemberdayaan masyarakat desa, optimalisasi pengelolaan potensi dan aset desa melalui pemberdayaan civil entrepreneur desa.
“Peserta juga akan melakukan kunjungan ke lokasi Labsite ke Desa Serang Karangreja dan Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari,” katanya.
Imam Wahyudi menambahkan, peserta temu karya seluruhnya berjumlah 60 orang. Peserta berasal dari DI Yogyakarta, Jabar, Jateng, Jatim, DKI Jakarta, Banten, Kalimantar Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Provinsi Lampung. “Kedatangan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia ini secara tidak langsung juga mengenalkan berbagai potensi di Purbalingga termasuk potensi pariwisata,” tambah Imam. 

Kenalkan Potensi Wisata
Secara terpisah, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinbudparpora Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, kedatangan para peserta temu karya ini secara tidak langsung akan membantu promosi pariwisata Purbalingga. Peserta selain menikmati obyek wisata Owabong, juga direncanakan akan mengunjungi tempat wisata lain seperti Sanggaluri Park, desa wisata Karangbanjar, Purbasari Pancuranmas, dan obyek wisata Goa Lawa serta mengunjungi mesjid Cheng Ho. “Rangkaian kegiatan temu karya memang cukup padat, namun disela-sela kegiatan itu, peserta juga diberi kesempatan untuk acara bebas dengan mengunjungi obyek wisata dan pusat oleh-oleh khas Purbalingga,” katanya. (y)

Pemkab Fasilitasi Pencari Kerja Ikuti Pelatihan Di BBPLKDN Bandung

PURBALINGGA, HUMAS – Sebanyak 48 pencari kerja asal kabupaten Purbalingga mengikuti Program Pelatihan Pencari Kerja Berbasis Penempatan khusus pemberdayaan masyarakat bidang pengembangan SDM kabupaten Purbalingga yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Dalam Negeri (BBPLKDN) Bandung. Program tersebut merupakan realisasi kerjasama Pemkab Purbalingga yang dimotori Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) kabupaten Purbalingga dengan BBPLKDN.
“Pesertanya, 32 orang ikut pelatihan las listrik FCAW 3G dan 16 orang pelatihan otomotif sepeda motor,” ungkap Kepala Bapermasdes R Imam Wahyudi MSi, Selasa (10/9).
Pelatihan itu, lanjut Imam Wahyudi, diselenggarakan selama 160 Jam pelajaran mulai tanggal 9 hingga 30 September 2013. Tujuannya, untuk meningkatkan kemampuan masyarakat pencari kerja agar lebih mampu bersaing dan langsung terserap lapangan kerja khususnya di PT. PAL Surabaya dan PT. DUMAS. Dengan demikian, sedikit demi sedikit Pemkab mampu mengurangi angka pengangguran.
“Sejumlah peserta pelatihan pada 2012 lalu, bahkan ada yang mendapat beasiswa program master kerjasama dengan Jerman,” tambahnya.

Selain itu, melalui program inovatif solutif ini, dalam jangka panjang makin banyak  investor yang menanamkan modalnya di kabupaten purbalingga, karena keunggulan SDM terampil yang dimiliki.

Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM saat membuka program pelatihan itu di Bandung, Senin (9/9), menuturkan, Pemkab terus mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk selalu memanfaatkan peluang program dan kegiatan yang difasilitasi BBPLKDN Bandung. Wabup bahkan mendorong satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait selalu bersinergi dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan pengembangan SDM di Purbalingga.

“Mudah – mudahan program seperti ini mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat Purbalingga,” katanya.

Menurut Wabup, pertumbuhan ekonomi di kabupaten purbalingga dapat digerakkan oleh investasi masyarakat dan belanja pemerintah daerah maupun desa yang pro job dan pro poor.  Salah satunya ditempuh melalui pemberian akses kepada masyarakat untuk mendapatkan keterampilan bersertifikasi guna bekal mencari pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan secara mandiri.

“Saya berharap tahun depan,  BBPLKDN terus menfasilitasi kegiatan pelatihan, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja Purbalingga baik di sektor formal maupun non formal,” tandas Wabup. (Humas/Hr)

PURBALINGGA SIAP AKTIFKAN R B M

PURBALINGGA, HUMAS – Para pelaku PNPM Mandiri Perdesaan Purbalingga siap mengaktifkan kembali Ruang Belajar Masyarakat (RBM). Belajar dari hasil evaluasi pelaksanaan RBM tahun 2011, tim baru pada kepengurusan RBM Tahun 2013 bersepakat bekerja lebih optimal, terencana dan professional. “Dengan dana sisa tahun 2011, RBM tahun 2013 ini harus lebih baik sehingga tujuan pemberdayaan masyarakat menuju kesejahteraan akan lebih mudah tercapai,” ujar Fasilitator Kabupaten PNPM Mandiri Perdesaan Mujadid dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Pengurus RBM di Aula Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Purbalingga, Sabtu (20/7). 
Menurut Mujadid, pelaksanaan RBM tahun 2011 kurang optimal karena saat itu tim yang disusun masih meraba-raba dalam melaksanakan program ini dan belum adanya persamaan persepsi antar anggota. Tahun 2012, justru terjadi kevakuman karena adanya program prioritas lain dalam PNPM Mandiri Perdesaan secara umum di Purbalingga. “Tim saat ini adalah beberapa anggota tim lama ditambah orang-orang baru yang kami pandang kompeten di bidangnya. Mudah-mudahan pelaksanaan RBM tahun 2013 yang tinggal lima bulan ini bisa tetap berjalan optimal,” harapnya. 
Sementara itu, Ketua RBM Gani Hadi Soesilo menyampaikan permohonan maafnya kepada anggota RBM karena seringnya absen dalam kegiatan-kegiatan RBM. Kesehatan yang relatif menurun karena usia, membuat Gani yang seorang purnawirawan terpaksa mengurungkan kehadirannya jika kondisi dan situasi tidak memungkinkan. “Seperti saat buka puasa bersama kemarin, saya tidak sanggup berangkat karena hujan deras di sore itu,” tuturnya sedih. Meski kondisi kesehatan ketua mengalami fluktuasi, RBM akan tetap menunjukkan eksistensinya. Untuk sementara Mujadid selaku Faskab akan tetap mengawal pelaksanaan kegiatan-kegiatan RBM ini. “Dalam rakor ini, tiap pokja diminta membuat program dan pada sesi akhir wajib dipresentasikan oleh masing-masing ketua. Seperti yang telah disepakati, program yang disusun tidak akan muluk-muluk tapi berupaya tepat manfaat, tepat waktu dan tepat sasaran,” imbuhnya. Tim baru kali ini terdiri dari 24 personil, dengan satu orang ketua, dua sekretaris, satu bendahara dan lima kelompok kerja (Pokja). 
Kelima pokja itu antara lain terdiri dari Bidang Community Based Monitoring (CBM), Bidang Pengembangan Usaha dan Jaringan (PUJ), Bidang Advokasi Hukum dan Regulasi (AHR), Bidang Kader teknik dan Bidang Pengembangan Media. Masing-masing Pokja terdiri dari satu orang ketua dan tiga anggota. Gandeng FWP Koordinator bidang Pengembangan Media Ir Prayitno, M.Si menambahkan, pada bidang ini RBM akan melaunching website RBM, kemudian menerbitkan buletin triwulanan, menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi fasilitator kecamatan dan TPM (Tim Pendamping Kecamatan), serta menerbitan CD dokumentasi kisah sukses penerima program PNPM. ”Untuk pelatihan jurnalistik, kami akan menggandeng para praktisi pers yang tergabung dalam Forum Wartawan Purbalingga,” kata Prayitno. (humas/cie)