Selasa, 14 Juni 2016

Bupati Ingin Jumat-Sabtu Hari Membangun Desa

 

PurbalinggaNews – Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga   mempunyai komitmen untuk mewujudkan satu dari tujuh misisnya, yaitu membangun Purbalingga dari desa. Bupati juga akan membudayakan agar selalu ingat dengan desa.

Selain itu,  untuk meningkatkan budaya kegotongroyongan masyarkat yang semakin menipis, nantinya setiap hari Jum’at dan Sabtu, bupati, wakil bupati dan semua pejabat akan turun dan berkantor di desa. Karena membangun Purbalingga, membangun desa tidak dapat dilakukan sendirian, namun butuh dukungan dari semua pihak.
 “Membangun Purbalingga, tidak bisa sendirian, bupati, camat, kepala desa (kades) dan masyarakat juga tidak bisa membangun sendiri. Akan tetapi butuh kebersamaan, dukungan semua pihak,”ujar Bupati Purbalingga Tasdi saat Tarawih Keliling Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga di Desa Langgar Kecamatan Kejobong, Senin malam (13/6/2016).
Oleh karena, sambung bupati, pihaknya akan membudayakan  untuk selalu ingat selalu  yang ada di desa.Bahkan nanti bulan Juli, pemkab yang selama ini melaksanakan lima hari kerja akan kembali melaksanakan enam hari kerja. Karena, dengan lima hari kerja, antara birokrasi dan masyarakat terlalu lama tidak bertemu dan hari Jum’at-Sabtu khusus untuk kunjungan ke desa-desa dengan melakukan gotong royong dan berkantor di desa.
“Saya kepengin pemkab Purbalingga kembali melaksanakan enam hari kerja, karena selama ini ketiak hari Jum’at, sehabis jumatan selesai kita tidak ketemu, hari Sabtu tidak ketemu, apalagi hari Minggu, terlalu lama kita tidak ketemu, akhirnya kita putus komunikasi. Sehingga kami ingin kembali di Purbalingga ke enam hari kerja, nanti Jumat Sabtu kita ngantor di desa,”jelasnya.
Disamping itu, kata bupati, dana untuk desa di  Kabupaten Purbalingga  tahun ini cukup besar, oleh karenanya dengan banyaknya dana, diharapkan  bisa memaknai gregetnya pembangunan di desa, sehingga desa harus maju. Dengan banyaknya dana desa, baik yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, namun disisi lainnya, nilai gotong royong yang semakin menipis perlu ditingkatkan lagi
“Untuk itu, dengan banyaknya dana untuk desa, mohon dikawal, diawasi dan dilaksanakan dengan baik, supaya desa-desa di Purbalingga maju. Mari kita gerakan satu sisi semua dana dari pusat dan daerah ada, tapi sisi lain adalah kegotong royongan kita tingkatkan, kenapa nilai tersebut semakin menipis dan masyarakat semakin malas,”kata bupati.
Untuk meningkatkan semangat gotong royong di desa bupati meminta, agar camat, kades dan tokoh masyarakat untuk menumbuhkan kembali agar semangat gotong royong harus hidup di tengah-tengah masyarakat.
Menurut bupati, banyak persoalan persoalan masyarakat yang dapat diselesaikan dengan gotong royong. Contohnya Purbalingga masih ada persoalan 27 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang perlu dibantu. Sehingga, kalau tidak dengan  gotong royong siapa lagi yang akan menyelesaikan, karena pemerintah tidak bisa sendiri, namun harus bersama antara pemerintah, masyarakat dan pengusaha  harus ikut memelihara bagaimana agar masyarkat miskin dapatteratasi,tandas bupati. (Sukiman

Kurangi Kemiskinan, Desa Diminta Bantu Rehab RTLH

PurbalinggaNews – Dalam rangka  untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga, desa diminta ikut membantu program pemerintah kabupaten (pemkab) Purbalingga merehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hal tersebut terkait dengan tingginya bantuan keuangan terhadap desa melalui dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) baik yang berumber dari pemkab, maupun pemerintah pusat.

Untuk Kabupaten Purbalingga, berdasarkan data dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Kabupaten Purbalingga, tahun ini bantuan bagi 224 desa melalui ADD yang diberikan pemkab yang berasal dari Anggaran Penerimaan Dan Belanja Daerah (APBD) sejumlahnya Rp92,7 miliar dan DD dari pemerintah pusat melalui Anggaran Penerimaan Dan Belanja Negara (APBN)  Rp149 miliar serta tahun depan jumlahnya dinaikan dua kali lipat.
“Oleh karena itu, saya minta agar dana desa tidak hanya dipakai untuk membangun fisik saja, setidaknya untuk tahun ini desa mulai ikut  merehab satu atau dua RTLH bagi masyarakat miskinn,”pinta Bupati Purbalingga saat kegiatan Tarawih Keliling di Masjid Jami Baitussalam Dusun Kedoya Desa Karangreja Kecamatan Karangreja Jum’at (10/6/2016) malam yang diikuti pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Menurut Bupati, dalam menanggulangi kemiskinan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun semua pihak diminta ikut terlibat. Semua diminta peka dan peduli terhadap warga miskin, karena kalau dibiarkan, akan menjadi masalah dan menimbulkan kemiskinan baru. Karena kemiskinan juga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kalau tidak ada kepedulian dan kepekaan dari semua pihak akan menjadi masalah serta menimbulkan kemiskinan baru, karena kemiskinan dapat diwariskan kepada anak cucucnya. Bapak ibunya miskin, anaknya miskin, lalu anaknya menikah dan  mempunyai keturunan, itu artinya kemiskinan semakin bertambah, sehingga untuk  mengurangi angka kemiskinan di  Purbalingga  desa diminta ikut berperan,”pintanya.
Di Purbalingga, sambung Bupati, pangkal persoalan/permasalahan  adalah kemiskinan. Kemiskinan di Purbalingga sebanyak 19,75 persen  atau kurang lebih 160.000 warga miskin dari  870.000 jumlah penduduk. Sedangkan untuk mengurangi jumlah kemiskina di Purbalingga, pemkab sudah menyiapkan program, untuk masyarakat miskin. Bagi masyarakat miskin yang tidak masuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pemkab meluncurkan Kartu Purbalingga Sehat dan untuk bidang pendidikan meluncurkan Kartu Purbalingga Pintar untuk membantu anak-anak miskin usia Sekolah Dasar (SD) umur 7-12 tahun, usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) 12-15 tahun yang seharusnya bersekolah tapi tidak sekolah karena tidak ada biaya. Pemkab memberikan bantuan Rp1 juta untuk anak SD dan Rp1,5 juta untuk anak SMP untuk membeli peralatan dan keperluan sekolah.
Program selanjutnya adalah pemberian Kartu Tani bagi para petani dan kelompok tani untuk mengawal ketersediaan pupuk dan obat-obatan serta program Kartu Purbalingga Usaha Produktif untuk membantu sektor Usaha Kecil Mikro dan Menengah. (Sukiman)

Bupati Minta Potensi Desa Wisata Ditingkatkan

 

PurbalinggaNews – Berbagai potensi wisata yang ada di desa-desa wilayah Purbalingga patut dikembangkan. Keberadaan sungai-sungai dan curug serta panorama alam pegunungan serta tempat lainnya juga merupakan potensi besar yang bisa dikembangkan. Karena melalui wisata di pedesaan selain mendatangkan pemasukan bagi desa, juga dapat mengurangi angka pengangguran di desa.
“Untuk itu, desa wisata  didorong agar menumbuhkan potensi pariwisata yang ada, dengan meningkatkan potensi-potensi wisata yang ada di desa untuk dikembangkan. Sehingga dengan meningkatnya sektor wisata di desa, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran,”tutur Bupati Purbalingga di Desa Karangreja Jum’at (10/6/2016).
Bupati menambahkan, bahwa tempat-tempat wisata yang  di Purbalingga, potensi juga akan lebih ditingkatkan. Kedepan, Pemerintah Kabupaten (Pemakb) Purbalingga berencana  untuk mendongkrak penerimaan dari sektor pariwisata, pendakian Gunung Slamet dengan menambah sarana prasarana berupa  akses jalan menuju pendakian serta pengadaan kuda. Bupati berharap, dengan mempermudah akses jalan, nantinya diharapkan, pendaki yang akan naik turun gunung dapat dilakukan hanya selama satu hari saja.
Bupati juga berharap, agar pelaku wisata di desa untuk berinovasi menciptakan tujuan wisata baru. Karena di Purbalingga merupakan daerah dengan banyak sungai dan pegunungan, maka tujuan wisata dapat diciptakan melalui inovasi-inovasi baru.
“Saya berkeinginan, agar desa wisata di Purbalingga mencontoh  daerah lain, mungkin di area pegunungan seperti di lereng Gunung Slamet dapat dibuat taman bunga seperti di daerah Bandung Jawa Barat dengan dikelola oleh desa. Karena di Purbalingga kita punya gunung, maka potensi dari gunung  yang ada agar dimanfaatkan, sehingga bagaimana potensi yang ada dimaksimalkan supaya  menghasilkan uang untuk pemasukan,”kata bupati.
Melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Purbalingga, kata Bupati , pemkab juga terus mendorong peningkatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan memberikan stimulus berupa sarpras. Dan untuk mendukung sektor wisata di wilayah Kecamatan Karangreja pemkab akan melebarkan jalan Karangreja-Kutabawa dan Serang-Selaganggeng, agar kendaraan atau bus-bus besar dapat melewati tujuan wisata di Karangreja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Purbalingga Sigit Subroto menjelaskan, bahwa  untuk melebarkan jalur wisata di Kecamatan Karangreja, total dana yang disediakan Rp11,3 miliar, untuk pengerjaan jalan Kutabawa-Karangreja ada dua paket serta Kutabawa-Selaganggeng satu paket. (Sukiman