Senin, 22 Juli 2013

PELAKSANAAN PERINGATAN BBGRM X DAN HKG PKK KE 41 TINGKAT KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2013


I.       PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 
Budaya gotong royong sudah terbukti sangat bermanfaat dalam hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat serta mendukung kebersamaan dan integrasi social yang dirasakan semakin memudar dengan masuknya budaya kapital ke pedesaan yang mengubah nilai-nilai kolektifitas menjadi materialistis. Budaya gotongroyong masyarakat di perdesaan akan semakin efektif dengan keberadaan lembaga-lembaga kemasyarakatan lokal sebagai wadah perumus rencana dan kebijakan lokal tentang hal-hal prioritas untuk dijadikan sebagai kegiatan gotongroyong. Oleh karena itu, gotong royong masyarakat merupakan sisi yang tidak dapat dipisahkan dari lembaga-lembaga kemasyarakatan dan semangat gotongroyong masyarakat perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkan semangat gotongroyong sebagai nilai-nilai yang dapat mendukung keberhasilan reformasi, maka momentum Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat perlu ditingkatkan sebagai program kegiatan kebersamaan masyarakat dalam berbagai kehidupan berdasarkan keanekaragaman yang diarahkan pada penguatan integrasi sosial di masing-masing Desa dan Kelurahan. 

B. Dasar Pelaksanaan 
  1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat. 
  2. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2005 tentang Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat. 
  3. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 414.1/484/PMD tanggal 11 Januari 2013 Perihal : Persiapan Pelaksanaan BBGRM X dan HKG-PKK ke 41 Tahun 2013. 
  4. Surat Gubernur Jawa Tengah Nomor : 411.4/004807, Tanggal 8 Maret 2013 tentang Pelaksanaan BBGRM X dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 41 Tahun 2013. 
  5. Surat Keputusan Bupati Purbalingga Nomor 411.3/82 Tanggal 18 Februari 2013 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pelaksana dan Panitia Pelaksana Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke 10 Dan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke 41 Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2013. 
C. Maksud dan Tujuan 
Meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat berdasarkan kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan menuju pada penguatan integrasi sosial melalui kegiatan gotong royong masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan serta pemeliharaan hasil-hasil pembangunan. 

II PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PERINGATAN 

A. Persiapan 
Persiapan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang dilaksanakan di masing-masing desa dan kelurahan, meliputi kegiatan : 
  1. Rapat Koordinasi Persiapan dengan Dinas/ Instansi terkait pada tanggal 6 April 2013 di Aula Bapermasdes Kabupaten Purbalingga dalam rangka Persiapan Pencanagan BBGRM X dan Peringatan HKG PKK Ke 41 Tahun 2013. 
  2. Rapat Tim Koordinasi Pelaksana Peringatan BBGRM X dan HKG PKK ke 41 Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2013 pada tanggal 29 April 2013 di Graha Graha Srikandi Gedung PKK Kabupaten Purbalingga dalam rangka Rencana kegiatan SKPD di lokasi Acara Puncak BBGRM X dan HKG PKK Ke 41 Tahun 2013. 

B. Pelaksanaan 

Acara Peringatan BBGRM X dan HKG-PKK ke 41 Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2013 dilaksanakan pada : 
  1. Hari/Tanggal : Senin, 6 Mei 2013. 
  2. Waktu : Jam 09.00 sampai dengan selesai. 
  3. Tempat : Komplek Balai Desa Karang Tengah Kec. Kemangkon 
  4. Undangan : 
  • Kepala Bapermasdes Provinsi Jawa Tengah 
  • Kepala Bakorwil III Jawa TEngah 
  • Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Purballingga 
  • Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga 
  • Kepala Badan/ Dinas/ Instansi/ Kantor/ Bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga 
  • Camat se Kabupaten Purbalingga 
  • Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga 
  • Ketua TP PKK Kecamatan se Kabupaten Purbalingga 
  • Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Purbalingga 
  • Ketua LKMD dan Ketua TP PKK Desa se Kecamatan Kemangkon 
  • Toga, Tomas, Toda se Kecamatan Kemangkon
     5.  Kegiatan pendukung acara pencanangan BBGRM X dan HKG PKK Ke 41 Tingkat Kabupaten Purbalingga, antara lain :
  • Pemutaran Film untuk pengerahan massa/ sosialisasi kegitan Peringatan BBGRM X dan HKG PKK ke 41 Tingkat Kabupaten Tahun 2013 di Desa Karang Tengah Kecamatan Kemangkon. 
  • Kegiatan swadaya masyarakat untuk pavingisasi jalan setapak Lokasi RT4 RW II Vol 79,5 m2 dan RT 8 RW IV volume 144,5 m2 anggaran Rp. 4.770.000,- Swadaya Rp. 2.226.000,-; Pekerjaan drainase volume 10 m Anggaran Rp. 8.670.000,- Swadaya Rp. 4.046.000,-. 
  • Pelayanan KB dan Kesehatan. • Pameran yang diikuti oleh Dinas terkait, Kecamatan, Dekranasda, UKM binaan PNPM Mandiri Perdesaan dan PNPM Perkotaan, produk industri kecil desa setempat.
  •  Penyerahan bantuan kredit UPPKS (AKU) untuk desa Mrebet dan desa Bobotsari. 
  • Bantuan Benih Ikan dan Bibit Tanaman Keras untuk penghijauan. 
C. Desa-Desa/ Kelurahan Pelaksana BBGRM 
Desa-desa dan Kelurahan yang melaksanakan BBGRM Tahun 2013 meliputi seluruh Desa/ Kelurahan di Wilayah Kabupaten Purbalingga, meliputi 224 Desa dan 15 Kelurahan.

III. JENIS PELAKSANAAN KEGIATAN BBGRM 

Sesuai dengan Surat Edaran Bupati Purbalingga Nomor 414.1/1315 Tahun 2013 sebagai pedoman dalam pelaksanaan BBGRM Tahun 2013, pelaksanaan BBGRM Tingkat Kabupaten Purbalingga terdiri dari :

A. Bidang Kemasyarakatan
  1. Penguatan sistem keamanan lingkungan; 
  2. Pembangunan dan pemeliharaan pos keamanan lingkungan;
  3. Peningkatan kemampuan satuan Pertahanan Sipil/ Hansip dan Satuan Pelindung Masyarakat/ Linmas di Desa/ Kelurahan; 
  4. Penegakan ketenteraman dan ketertiban masyarakat;
  5. Penyuluhan tentang ideologi bangsa, wawasan kebangsaan serta persatuan dan kesatuan nasional; 
  6. Penyuluhan hukum yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat; 
  7. Penyuluhan tentang kesadaran membayar pajak; 
  8. Penyuluhan tentang kesadaran berkoperasi; 
  9. Menggerakkan partisipasi masyarakat dalam membangun desa/ kelurahan secara gotong royong; 
  10. Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan bidang kemasyarakatan; 

B. Bidang Ekonomi
  1. Penguatan peranan koperasi dalam mendukung perekonomian masyarakat, termasuk usaha kecil/ mikro yang dikelola perempuan UP2K PKK; 
  2. Fasilitasi pengembangan usaha mikro dan usaha kecil masyarakat; 
  3. Fasilitasi pengembangan Lembaga Simpan Pinjam; 
  4. Pengembangan budi daya pertanian tanaman pangan dan hortikultura; 
  5. Pengembangan budi daya menabung di kalangan masyarakat; 
  6. Pembangunan dan perbaikan sarana perekonomian masyarakat (seperti bendungan desa, saluran irigasi, lantai jemur, lumbung pangan masyarakat, jalan desa, dermaga desa, tambatan perahu dan prasarana perekonomian lainnya; 
  7. Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan bidang ekonomi; 

C. Bidang Sosial Budaya dan Agama
  1. Penyuluhan kesehatan (seperti kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan atau sanitasi, kesehatan reproduksi remaja, bahaya narkoba, bahaya HIV/ AIDS); 
  2. Pelayanan kesehatan missal (pelayanan posyandu untuk ibu dan anak, imunisasi, khitanan missal dan lain-lain) 
  3. Bantuan bagi lanjut usia dan Pembinaan Kelompok Lansia; 
  4. Lomba Kesehatan (seperti lomba makanan sehat dan bergizi, lomba balita sehat dan lain-lain ); 
  5. Pemberian makanan tambahan untuk anak sekolah P2M-PMTAS; 
  6. Pembangunan danpemeliharaan prasarana kesehatan (sepertiprasarana dan sarana Posyandu); 
  7. Pembangunan dan pemeliharaan sarana olah raga; 
  8. Perlombaan dan pertandingan olahraga; 
  9. Pertemuan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan (seperti Karang Taruna, Remaja Masjid, PKK dan lain-lain);
  10. Perlombaan dan pertunjukkan seni budaya; 
  11. Pembangunan dan Pemeliharaan sarana-sarana ibadah; 
  12. Sosialisasi Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), KDRT. 
  13. Penggerakan masyarakat untuk peningkatan kepesertaan KB baru; 
  14. Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan bidang sosial, budaya dan agama. 

D. Bidang Lingkungan
  1. Pembangunan dan pemeliharaan prasarana lingkungan (jalan lingkungan, jembatan desa, drainase, prasarana persampahan, jamban dan prasrana lingkungan lainnya); 
  2. Pembangunan dan pemeliharaan prasarana air bersih; • Pembersihan dan penyehatan lingkungan permukiman; 
  3. Penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dan rumah sehat; 
  4. Konservasi, rehabilitasi dan reboisasi lahan kritis; 
  5. Pemanfaatan tanah pekarangan lingkungan keluarga; 
  6. Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan bidang lingkungan; 

IV. PEMBIAYAAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN BBGRM 
Pembiayaan kegiatan BBGRM Tahun 2013 di wilayah Kabupaten Purbalingga, bersumber dari APBD Kabupaten Purbalingga dan Alokasi Dana Desa (ADD) bagi desa dan Alokasi Anggaran Kelurahan (AAK) bagi Kelurahan.

V. PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH 
Permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan Pencanangan BBBRM X dan HKG PKK Ke 41 Tahun 2013 ini antara lain : 
  1. Pemahaman Permendagri Nomor 42 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat belum sepenuhnya dipahami oleh aparat di tingkat wilayah. 
  2. Partisipasi gotong royong di tingkat masyarakat desa dan kelurahan secara umum ada kecenderungan menurun, sehingga kegiatan BBGRM belum sesuai dengan harapan. 
  3. Hasil swadaya masyarakat selama pelaksanaan BBGRM belum maksimal untuk melaksanakan rencana-rencana kegiatan gotong royong masyarakat. 

Pemecahan Masalah :
  1. Perlu sosialisasi lebih intensif mengenai Permendagri Nomor 24 Tahun 2005, sehingga ada persamaan persepsi dan pemahamana dalam implementasinya di tingkat desa/ kelurahan. 
  2. Perlu strategi dan perencanaan yang lebih inovatif untuk menggerakkan masyarakat dalam rangka meningkatkan partisipasi gotong royong masyarakat. 
  3. Pemahaman tentang swadaya yang selama ini lebih mengarah pada partisipasi dana perlu diperluas dengan swadaya dalam bentuk lain. 

VI. KESIMPULAN DAN SARAN 

A.  Kesimpulan 
Melalui kegiatan BBGBM diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam rangka menuju penguatan integrasi sosial melalui kegiatan gotong royong masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan serta pemeliharaan hasil-hasil pembangunan berdasarkan kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan. 

B.  Saran 
Pelaksanaan kegiatan BBGRM setiap tahun dapat lebih meningkat secara kualitas baik dari sisi partisipasi masyarakat berdasarkan kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Tidak ada komentar: